Viral di Media Sosial: KAI Commuter Bantah Pecat Pegawai Terkait Insiden Hilangnya Tumbler Penumpang
JAKARTA – KAI Commuter Indonesia (KCI) mengeluarkan bantahan resmi menyusul kabar yang viral di media sosial, terutama Facebook dan X, mengenai dugaan pemecatan pegawainya, Argi Budiansyah, terkait hilangnya tumbler milik seorang penumpang.
VP Corporate Secretary KCI, Karina Amanda, menegaskan bahwa pemutusan hubungan kerja di perusahaan memiliki prosedur ketenagakerjaan yang ketat dan tidak dapat dilakukan sembarangan.
“Tidak ada petugas front liner yang dipecat. Kami masih melakukan koordinasi dengan mitra pengelola petugas dan mengevaluasi kasus ini secara menyeluruh,” ungkap Karina (27/11).
Karina menambahkan, evaluasi menyeluruh dilakukan agar insiden serupa tidak terulang. Ia juga mengingatkan kembali kepada para pengguna commuter line bahwa barang bawaan merupakan tanggung jawab penuh pelanggan, meskipun KCI menyediakan layanan lost and found resmi di setiap stasiun.
Kronologi Tumbler Hilang yang Meledak di Medsos
Kisruh ini bermula dari unggahan penumpang bernama Anita Dewi di media sosial X (@anitadwdl). Ia menceritakan bahwa cooler bag berisi tumbler merek Tuku miliknya tertinggal di gerbong khusus wanita saat ia pulang kerja pada 17 November.
Setelah melapor di Stasiun Rawa Buntu, barang tersebut ditemukan lengkap dengan tumbler di dalamnya, bahkan sempat didokumentasikan dalam foto oleh petugas keamanan. Barang diarahkan untuk diambil di Stasiun Rangkas Bitung keesokan harinya.
Namun, saat Anita mengambil cooler bag tersebut, ia mendapati tumbler birunya telah hilang, meskipun sebelumnya terlihat utuh dalam foto. Kekecewaan Anita ini memicu perhatian warganet, apalagi setelah muncul rumor bahwa salah satu pegawai KCI, Argi Budiansyah, dicopot atau dipecat.
Klarifikasi Pegawai dan Permintaan CCTV
Pegawai yang disebut-sebut, Argi Budiansyah, sempat menghubungi suami Anita, Alvin Harris, untuk memberikan klarifikasi. Argi menegaskan telah berupaya mencari tumbler yang hilang, namun tidak berhasil.
Alvin kemudian meminta bukti rekaman CCTV untuk memastikan di titik mana tumbler tersebut menghilang. Argi menjelaskan bahwa untuk mengakses rekaman CCTV, diperlukan prosedur resmi berupa surat kehilangan dari kepolisian dan izin dari pengelola pusat, sebuah proses yang tidak dapat dilakukan secara instan.
Meskipun demikian, Argi sempat mengunggah bahwa dirinya menerima teguran dari manajemen dan dicopot dari posisinya karena kelalaian (unggahan 25 November). Pihak KCI, melalui Karina Amanda, membantah isu pemecatan tersebut dan menekankan bahwa yang dilakukan adalah evaluasi menyeluruh terhadap seluruh mekanisme penanganan barang hilang.
KAI Commuter berkomitmen untuk menyelesaikan kasus ini sesuai prosedur dan memastikan kepercayaan publik terhadap layanan lost and found tetap terjaga.
(RH99)
Video Klarifikasi:
