Motor Terbakar Hebat Usai Isi Bensin di SPBU Kronjo, Kerusakan Busi Diduga Jadi Pemicu

KRONJO, TANGERANG – Sebuah sepeda motor hangus terbakar sesaat setelah selesai mengisi bahan bakar di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pejamuran, Kronjo, Kabupaten Tangerang, pada Sabtu (29/11/2025) sekitar pukul 20.00 WIB.

Meskipun kobaran api sempat memicu kepanikan, insiden tersebut berhasil dikendalikan dengan cepat setelah petugas SPBU bergegas menggunakan alat pemadam api ringan (APAR). Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.

Menurut keterangan dari teknisi SPBU setempat, api diduga berasal dari kerusakan pada komponen kendaraan itu sendiri, yaitu kerusakan pada busi dan mesin motor yang sudah tidak berfungsi optimal. Kondisi mesin yang panas, ditambah adanya percikan dari busi yang bermasalah, diyakini menjadi pemicu munculnya api segera setelah proses pengisian bensin selesai.

Fenomena Motor Terbakar Usai Isi Bensin: Ada Apa?

Insiden terbakarnya kendaraan bermotor, khususnya setelah atau saat berada di area SPBU, bukanlah kejadian yang pertama. Peristiwa serupa yang sering viral di media sosial memunculkan pertanyaan besar di kalangan masyarakat mengenai faktor-faktor yang menyebabkan risiko kebakaran di area pengisian bahan bakar menjadi tinggi.

Secara umum, pihak kepolisian dan pakar keselamatan mengidentifikasi beberapa faktor utama yang sering menjadi pemicu kendaraan terbakar di SPBU, di antaranya:

  1. Kerusakan Mesin atau Kelistrikan (Sesuai Kasus Kronjo): Sepeda motor dengan usia pakai tinggi, masalah kebocoran oli, atau instalasi kelistrikan (termasuk busi dan aki) yang sudah rusak atau dimodifikasi secara tidak standar, sangat rentan menghasilkan percikan api atau panas berlebih yang dapat menyambar uap bensin.
  2. Kebocoran Tangki atau Saluran Bahan Bakar: Adanya tetesan atau rembesan bensin yang terkena komponen mesin yang sangat panas (seperti knalpot) dapat memicu kebakaran secara instan.
  3. Suhu Panas dan Uap Bensin: Proses pengisian bahan bakar menghasilkan uap bensin. Sumber panas kecil, baik dari percikan listrik statis maupun komponen mesin yang overheat, sudah cukup untuk menyulut uap tersebut.
  4. Penggunaan Ponsel atau Pemicu Statis: Meskipun sering diperdebatkan, penggunaan telepon genggam atau menyalakan mesin saat mengisi bensin dapat menghasilkan percikan listrik statis yang berbahaya dan dilarang keras di area SPBU.

Pihak keamanan mengimbau kepada masyarakat, khususnya pemilik kendaraan, untuk secara rutin melakukan pemeriksaan dan perawatan kendaraan, terutama pada bagian kelistrikan dan mesin, guna mencegah terulangnya kejadian serupa yang mengancam keselamatan.

(Rh99)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *