Aksi Heroik Satgas TNI Selamatkan 18 Pekerja Freeport dari Gangguan OPM

TIMIKA – Personel Satuan Tugas (Satgas) TNI berhasil melakukan operasi penyelamatan dramatis terhadap 18 pekerja PT Freeport Indonesia yang terancam oleh gangguan keamanan dari Organisasi Papua Merdeka (OPM). Belasan pekerja tersebut dievakuasi setelah situasi di area kerja mereka dinilai sangat berisiko akibat keberadaan kelompok bersenjata.

Kronologi Penyelamatan Insiden bermula ketika para pekerja yang sedang melakukan aktivitas operasional di area proyek strategis dilaporkan terjebak dalam situasi mencekam. Kehadiran anggota OPM di sekitar lokasi memicu kekhawatiran akan adanya aksi kekerasan atau penyanderaan.

Merespons cepat informasi tersebut, tim dari Satgas TNI segera dikerahkan untuk melakukan pengamanan dan penjemputan. Dengan pengawalan ketat dan taktik operasi yang terukur, petugas berhasil menjangkau posisi para pekerja dan memastikan tidak ada korban jiwa dalam proses tersebut.

Kondisi Para Pekerja Seluruh karyawan yang berjumlah 18 orang kini telah berhasil dibawa ke tempat yang aman di Mimika. Pihak keamanan memastikan bahwa mereka berada dalam kondisi fisik yang sehat, meski sebagian besar mengalami trauma akibat ketegangan yang terjadi di lapangan.

“Prioritas utama kami adalah memastikan keselamatan warga sipil, terutama para pekerja yang mendukung proyek strategis nasional. Saat ini mereka sudah dalam perlindungan ketat,” ujar juru bicara keamanan setempat dalam keterangan resminya.

Pengamanan Diperketat Pasca-kejadian ini, TNI-Polri meningkatkan status kewaspadaan di wilayah-wilayah rawan sekitar area tambang dan jalur logistik PT Freeport Indonesia. Patroli rutin diperluas untuk mempersempit ruang gerak kelompok OPM yang kerap mengganggu stabilitas keamanan di Papua.

Masyarakat maupun karyawan perusahaan diimbau untuk selalu berkoordinasi dengan aparat keamanan dan segera melaporkan jika melihat pergerakan mencurigakan di area kerja guna mencegah terjadinya insiden serupa di masa mendatang.


Video : iNews

(RF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *