Ramalan Nasib Pergerakan Harga Emas Pekan Kedua Desember 2025
Jakarta – Pergerakan harga emas global diprediksi berada dalam tren bullish (menguat) pada pekan kedua Desember 2025. Sentimen positif ini dipicu oleh data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) yang mengecewakan.
Pendorong Kenaikan Harga Emas:
- Data Ketenagakerjaan AS Melemah: Penurunan pada laporan pekerjaan sektor privat AS memicu harapan pasar bahwa The Federal Reserve (The Fed) dapat mempertimbangkan pemangkasan suku bunga lebih cepat.
- Suku Bunga Rendah: Kondisi ini menurunkan biaya peluang memegang aset non-yield seperti emas, sehingga meningkatkan minat investor.
- Pelemahan Dolar AS: Depresiasi dolar AS membuat emas lebih terjangkau bagi investor global.
- Faktor Safe-Haven: Ketidakpastian makroekonomi dan potensi perlambatan global turut mendukung aliran modal masuk ke emas.
Analisis Harga Global (Emas Spot): Analis Dupoin Futures Indonesia, Andy Nugraha, memprediksi peluang kenaikan harga emas masih terbuka lebar:
- Resistensi Kunci: Emas berpotensi naik menuju level US$4.381 pekan depan.
- Risiko Penurunan: Jika terjadi reversal, harga berisiko turun menuju US$3.867, dan berlanjut ke US$3.718.
Faktor Penghambat (Risiko): Pergerakan emas tetap sensitif terhadap:
- Kebijakan moneter The Fed.
- Rilis data ekonomi AS yang kuat (Inflasi, NFP, PCE, PMI) yang dapat memicu sinyal hawkish dan kebangkitan Dolar AS.
- Kenaikan yield obligasi yang membatasi ruang penguatan emas, seperti disampaikan Analis Marex, Edward Meir.
Harga Buyback Emas Antam (Domestik): Harga buyback emas Antam di dalam negeri terpantau sideways hingga akhir pekan pertama Desember 2025:
- Per Jumat (5/12/2025), harga buyback emas Antam naik Rp1.000 ke Rp2.268.000.
- Posisi ini masih menjauh dari rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) di Rp2.336.000 pada 21 Oktober 2025.
- Perlu diingat, penjualan kembali (buyback) emas Antam di atas Rp10 juta dikenakan PPh 22 sebesar 1,5% (untuk pemegang NPWP).
