Dabbah Al-Ardhi: Kisah Makhluk Melata yang Berbicara, Salah Satu Tanda Besar Hari Kiamat
Ilustrasi Dabbatul Ardh
Dok ( istimewa )
Sejuk.co.id – Di antara tanda-tanda besar mendekatnya hari kiamat yang penuh misteri dalam Islam adalah kemunculan Dabbah Al-Ardhi, yang secara harfiah berarti “Hewan Melata dari Bumi.” Sosok ini digambarkan keluar dari perut bumi di akhir zaman. Kisah Dabbah Al-Ardhi telah memicu beragam penafsiran di kalangan cendekiawan dan masyarakat Muslim.
Makhluk ini disebutkan dalam Al-Qur’an, tepatnya Surah An-Naml ayat 82, dan diperkirakan akan muncul ketika kerusakan moral dan etika manusia telah mencapai puncaknya. Kemunculannya bukan sekadar pertanda, tetapi juga berfungsi sebagai pembeda yang nyata antara orang beriman (mukmin) dan orang yang ingkar (kafir).
Dalam literatur eskatologi Islam, seperti yang dijelaskan oleh Dr. Yusuf bin Abdillah bin Yusuf al-Wabil dalam karyanya Yaumul Qiyamah, kemunculan Dabbah Al-Ardhi terjadi setelah peristiwa-peristiwa besar lain, seperti terbitnya matahari dari barat dan turunnya Nabi Isa AS. Peristiwa ini menjadi semacam peringatan terakhir bagi umat manusia tentang kekuasaan mutlak Allah dan kepastian datangnya Hari Akhir.
📜 Apa itu Dabbah Al-Ardhi?

وَنُؤْمِنُ بِأَشْرَاطِ السَّاعَةِ: مِنْ خُرُوجِ الدَّجَّال، ونُزُولِ عِيسَى ابنِ مَرْيَمَ عَلَيْهِ السَّلامُ مِنَ السَّماءِ، وَنُؤْمِنُ بِطُلُوعِ الشَّمْسِ مِنْ مَغْرِبِهَا، وَخُرُوجِ دَابَّةِ الأرْضِ مِنْ مَوْضِعِهَا
(110) Kami beriman kepada tanda-tanda hari Kiamat; seperti keluarnya Dajjal, turunnya ‘Isa putra Maryam ‘alayhissalam dari langit, terbitnya matahari dari arah tenggelamnya, dan keluarnya dabbah (binatang) bumi dari tempatnya.
Dabbah Al-Ardhi adalah makhluk hidup yang ditakdirkan keluar dari perut bumi sebagai salah satu tanda utama (Kubra) dekatnya hari kiamat. Kehadirannya ditegaskan dalam firman Allah:
“Dan apabila perkataan telah jatuh atas mereka, Kami keluarkan sejenis binatang melata dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka, bahwa sesungguhnya manusia dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat Kami.” (QS. An-Naml: 82)
Makhluk ini jauh dari binatang biasa, sebab ia memiliki kemampuan untuk berbicara dan berinteraksi secara verbal dengan manusia. Bahkan, ia memiliki kemampuan khusus untuk memberikan tanda yang membedakan antara orang beriman dan orang kafir.
Kata dabbah sendiri dalam konteks Al-Qur’an memiliki beberapa penyebutan umum yang merujuk pada hewan melata (QS. Al-An’am: 38, QS. Hud: 6, QS. Saba’: 14). Namun, Dabbah Al-Ardhi yang merupakan tanda kiamat tidak dapat disamakan sepenuhnya dengan hewan yang dikenal saat ini, karena ia memiliki misi ilahi.
Karakteristik dan Misi Khusus Dabbah
Meskipun Al-Qur’an tidak memberikan deskripsi fisik yang terperinci, beberapa hadis dan penelusuran kitab tafsir (seperti Al-Munir, Al-Misbah, dan Al-Azhar) memberikan gambaran ciri-ciri Dabbah Al-Ardhi:
- Bentuk Fisik yang Unik: Digambarkan sebagai makhluk berbulu, berkaki empat, dan bertubuh besar. Beberapa riwayat menyebutkan bahwa ia membawa Tongkat Nabi Musa dan Cincin Nabi Sulaiman.
- Kemampuan Berbicara: Ia akan berbicara kepada manusia menggunakan bahasa yang jelas, menegaskan kebenaran ajaran Allah dan memvalidasi keimanan seseorang.
- Tugas Penandaan: Misi utamanya adalah “menandai” atau membedakan status keimanan manusia. Dabbah akan memberikan tanda pada wajah orang beriman dengan cahaya atau kecerahan, sementara wajah orang kafir akan ditandai dengan kegelapan. Penandaan ini memastikan status keimanan setiap orang terlihat jelas.
- Lokasi Kemunculan: Menurut penafsiran ulama, Dabbah diperkirakan muncul dari sekitar Masjidil Haram atau di antara Bukit Shafa dan Marwah.
Interpretasi Kontemporer
Selain makna tekstual (Dabbah sebagai binatang buas pembunuh yang bertugas mengidentifikasi mukmin dan kafir), para ulama juga mengajukan interpretasi kontekstual. Sebagian menganggap Dabbah sebagai:
- Simbol Bencana Alam Permanen: Ia dapat dimaknai sebagai representasi bencana ekologis dan kerusakan lingkungan yang parah dan permanen yang diakibatkan oleh ulah manusia (seperti perubahan iklim ekstrem) atau ketidakpedulian terhadap ayat-ayat Allah.
- Refleksi Kerusakan Moral: Kisah Dabbah Al-Ardhi memiliki relevansi kuat dengan kondisi dunia saat ini, di mana krisis lingkungan, konflik global, dan kerusakan moral dianggap sebagai “tanda” menuju kehancuran bumi.
Pelajaran Penting (Ibrah) dari Kisah Dabbah
Tujuan utama mempelajari kisah Dabbah bukanlah untuk memprediksi waktu kemunculannya, melainkan untuk mengambil pelajaran (ibrah) dan mempersiapkan diri menghadapi setiap peringatan dari Allah.
Hikmah yang dapat dipetik dari kisah Dabbah sebagai tanda kiamat meliputi:
- Memperkuat Keimanan Gaib: Kisah ini mendorong umat untuk meyakini hal-hal di luar jangkauan akal, sebagai bentuk ketundukan pada wahyu.
- Bukti Kekuasaan Mutlak: Kehadiran makhluk luar biasa ini menegaskan bahwa Allah memiliki kuasa penuh atas segala hukum alam.
- Peringatan Atas Dosa: Dabbah muncul sebagai konsekuensi logis dari kerusakan moral, menjadi alarm bahaya meninggalkan ajaran Allah.
- Keadilan Ilahi: Penandaan yang dilakukan Dabbah memisahkan mukmin dan kafir secara transparan, mewujudkan keadilan di akhir zaman.
- Penyederhanaan Kebenaran: Di tengah kebingungan akhir zaman, Dabbah mengembalikan fokus utama pada perbedaan mendasar: Iman melawan Kekufuran.
