Aleppo Membara, Sheikh Maqsud dan Ashrafia Menjadi Medan Tempur Urban
ALEPPO – Ketegangan di wilayah utara Suriah mencapai titik didih setelah pertempuran sengit pecah di distrik Sheikh Maqsud dan Ashrafia. Kedua wilayah yang dikenal sebagai kantong pertahanan utama pasukan Kurdi (YPG/Asayish) di jantung kota Aleppo kini menjadi pusat konfrontasi bersenjata yang mengancam keselamatan ribuan warga sipil.
1. Kronologi dan Situasi Lapangan
Sejak sore tadi, baku tembak dilaporkan pecah di sepanjang garis depan (frontline) yang memisahkan distrik tersebut dengan wilayah yang dikuasai oleh faksi-faksi oposisi yang didukung Turki dan pasukan pro-pemerintah.
Laporan dari lapangan menunjukkan penggunaan artileri berat dan mortir yang menghantam area pemukiman. Suara tembakan senapan mesin terdengar tanpa henti di gang-gang sempit Ashrafia, menandakan terjadinya perang kota (urban warfare) jarak dekat.
2. Warga Sipil Terjebak dalam Pengepungan
Situasi kemanusiaan di Sheikh Maqsud dilaporkan memburuk dengan cepat:
- Akses Terputus: Semua gerbang masuk dan keluar utama telah ditutup total. Pasokan medis dan bahan pangan tidak dapat masuk ke wilayah tersebut.
- Krisis Listrik & Air: Laporan warga menyebutkan adanya kerusakan pada infrastruktur dasar akibat ledakan, menyebabkan sebagian besar wilayah gelap gulita di tengah suhu dingin.
- Perlindungan: Warga sipil kini terpaksa berlindung di ruang bawah tanah (basement) dan bunker darurat karena peluru nyasar dan serpihan artileri mulai menghantam gedung-gedung apartemen.
3. Kepentingan Strategis
Mengapa Sheikh Maqsud dan Ashrafia begitu krusial? Secara geografis, kedua distrik ini berada di dataran tinggi yang memberikan keunggulan taktis untuk memantau pergerakan di sebagian besar kota Aleppo. Bagi pihak yang bertikai, menguasai atau setidaknya melumpuhkan wilayah ini berarti mengamankan kontrol atas jalur distribusi logistik utama di Suriah Utara.
4. Respons Internasional dan Pihak Terkait
Hingga laporan ini diturunkan, belum ada kesepakatan gencatan senjata. Pihak otoritas lokal di Sheikh Maqsud menyerukan kepada komunitas internasional dan organisasi kemanusiaan untuk segera melakukan intervensi guna mencegah pembantaian warga sipil.
Sementara itu, pihak oposisi mengklaim bahwa operasi ini adalah bentuk “balasan” atas provokasi sebelumnya, sebuah narasi yang terus memicu lingkaran kekerasan yang tidak kunjung usai.
